Kamis, 17 Desember 2015

PENYAKIT PEMBUNUH DI DUNIA
( ANDREAS YOHANES WALINTUKAN : 15061151 )
MENAKLUKAN TEKANAN DARAH ATAU HIPERTENSI


Pembahasan :
1.      MENGENAL HIPERTENSI
1.1.   Apa Itu Penyakit Hipertensi ?
1.2.   Pengaturan Tekanan Darah
2.      Mendiagnosa Hipertensi
Langkah Pertama Pendeteksian Hipertensi
3.      Pencegahan Hipertensi
3.1.   Menerapkan Pola Hidup yang Sehat
3.2.   Gizi untuk Penderita Hipertensi
4.      Penyembuhan Hipertensi
4.1.   Penanganan dan Pengobatan Hipertensi
4.2.   Cara Sederhana Atasi Hipertensi
Daftar Pustaka
1.      MENGENAL HIPERTENSI
1.1  Apa Itu Penyakit Hipertensi ?
Penyakit darah tinggi atau Hipertensi adalah suatu keadaan di mana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah diatas normal yang ditunjukan oleh angka systolic (bagian atas) dan angka bawah (diastolic) pada pemeriksaan tensi darah menggunakan alat ukur tekanan darah baik yang berupa cuff air raksa atau alat digital lainnya. Penyakit ini dikategorikan the silent disease karena penderita tidak mengetahui dirinya mengidap hipertensi sebelum memeriksakan tekanan darahnya. Padahal bila terjadi hipertensi terus menerus bisa memicu stroke, serangan jantung, gagal jantung dan merupakan penyebab utama ginjal kronik. Nilai normal tekanan darah seseorang dengan ukuran tinggi badan, berat badan, tingkat aktivitas normal dan kesehatan secara umum adalah 120/80 mmHG. Dalam aktivitas sehari-hari tekanan darah normalnya adalah dengan nilai angka kisaran stabil.
Penyakit darah tinggi atau hipertensi dikenal dengan 2 jenis klasifikasi, diantaranya Hipertensi Primary dan Hipertensi Secondary :
v  Hipertensi Primary adalah suatu kondisi dimana terjadinya tekanan darah tinggi sebagai akibat dampak dari gaya hidup seseorang dan faktor lingkungan.
v  Hipertensi Secondary adalah suatu kondisi dimana terjadinya peningkatan tekanan darah tinggi sebagai akibat seseorang mengalami/menderita penyakit lainnya seperti gagal jantung, gagal ginjal, atau kerusakan sistem hormon tubuh.
Seseorang dianggap normal, jika tekanan darah sistoliknya 120 mmHg dan tekanan darah diastoliknya 80 mmHg. Tekanan darah tinggi akan mengakibatkan jantung bekerja keras hingga pada suatu saat akan terjadi kerusakan yang serius. Pada jantung, otot jantung akan menebal (hipertrofi) dan mengakibatkan fungsinya sebagai pompa menjadi terganggu, tekanan darah tinggi juga mengakibatkan kerusakan pembuluh darah pada otak, mata dana tau ginjal (gagal ginjal).
1.2 Pengaturan Tekanan Darah
Tekanan darah adalah keadaan di mana tekanan darah yang dikenakan oleh darah pada pembuluh arteri ketika darah dipompa oleh jantung ke seluruh anggota tubuh. Tekanan darah dapat dilihat dengan mengambil dua ukuran dan biasanya ditunjukan dengan angka seperti berikut – 120/80 mmHg. Angka 120 menunjukan tekanan pada pembuluh arteri ketika jantung berkontraksi dan disebut dengan tekanan sistolik. Angka 80 menunjukan tekanan ketika jantung sedang berelaksasi dan disebut dengan tekanan diastolic.
Sikap yang paling baik untuk mengukur tekanan darah adalah dalam keadaan duduk atau berbaring. Tekanan darah dalam kehidupan seseorang bervariasi secara alami, bayi dan anak-anak secara normal memiliki tekanan darah yang jauh lebih rendah daripada dewasa.
2.      MENDIAGNOSA HIPERTENSI
Langkah Pertama Pendeteksian Hipertensi
v  Diagnosis hipertensi ditegakan bila tekanan darah 140 mmHg
v  Pengukuran sesuai dengan standart WHO dengan alat standart manometer air raksa
v  Penegakan diagnosis perlu dilakukan pengukuran tekanan darah minimal 2 kali dengan jarak 1 minggu bila tekanan darah < 160/100 mmHg

Tekanan darah diukur setelah seseorang duduk atau berbaring selama 5 menit. Angka 140/90 mmHg atau lebih dapat diartikan sebagai hipertensi, tetapi diagnosis tidak dapat ditegakan hanya berdasarkan satu kali pengukuran.
Jika pada pengukuran pertama memberikan hasil yang tinggi, maka tekanan darah diukur kembali dan kemudian diukur sebanyak 2 kali pada 2 hari berikutnya untuk meyakinkan adanya hipertensi. Hasil pengukuran bukan hanya menentukan adanya tekanan darah tinggi, tetapi juga digunakan untuk menggolongkan beratnya hipertensi.
Setelah diagnosis ditegakan, dilakukan pemerikasaan terhadap organ utama, terutama pembuluh darah, jantung, otak dan ginjal. Hipertensi seringkali tidak menimbulkan gejala, sementara tekanan darah yang terus tinggi dalam jangka waktu lama dapat menimbulkan komplikasi. Tekanan darah tinggi (hipertensi) menyebabkan meningkatnya resiko resiko terhadap stroke, aneurisma, gagal jantung, serangan jantung dan kerusakan ginjal. Tanpa melihat usia atau jenis kelamin, semua orang bisa terkena penyakit jantung dan biasanya tanpa ada gejala-gejala sebelumnya.

3.      PENCEGAHAN HIPERTENSI
3.1  Menerapakan Pola Hidup yang Sehat
Merubah pola hidup tetap merupakan faktor yang berperan besar dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi, sambil meningkatkan efek antihipertensi. Langkah awal biasanya adalah merubah pola hidup penderita:
v  Menurunkan berat badan bagi penderita hipertensi yang mengalami kelebihan berat badan
v  Merubah pola makan pada penderita diabetes, kegemukan atau kadar kolesterol darah tinggi. Mengurangi pemakaian garam.
v  Olah raga aerobic yang tidak terlalu berat.
v  Berhenti merokok
Masyarakat dengan tekanan darah tinggi sebaiknya menghindari beberapa aktivitas tertentu yang dapat meningkatkan tekanan darah dan frekunsi jantung pada tingkat yang membahayakan, diantaranya:
v  Sauna atau ruang uap
v  Mandi uap
v  Kolam air hangat
v  Berendam air panas
v  Kolam renang yang hangat
Sangat penting bagi penderita hipertensi untuk membatasi jumlah waktu yang dihabiskan untuk aktivitas tersebut diatas hanya kurang dari 10 menit.
3.2  Gizi untuk Penderita Hipertensi
Hipertensi merupakan penyakit yang cukup terkenal dikalangan kita, penyakit ini merupakan salah satu penyebab kecacatan atau bahkan kematian akibat terjadinya stroke, serangan jantung, gagal ginjal, dan lain-lain. Penyakit ini sebenarnya mudah dideteksi sehingga dapat diatasi secara dini. Langkah-langkah untuk mengatasi penyakit ini ada dua yaitu pengobatan dan pencegahan.


4.      PENYEMBUHAN HIPERTENSI
4.1  Penanganan dan pengobatan hipertensi
Pengobatan hipertensi terbagi 2 golongan
v  Pengobatan non farmakologis
Dengan cara:
Ø  Penurunan berat badan
Ø  Olah raga
Ø  Mengurangi asupan garam
Ø  Tidak merokok
Ø  Hindari stress
v  Pengobatan farmakologis
      Ada beberapa golongan obat anti hipertensi, pada dasarnya menurunkan tekanan darah dengan cara mempengaruhi jantung dan pembuluh darah atau keduanya.
      Karena itu dengan mengenali faktor resiko, serta selalu melakukan deteksi sejak dini, menerapkan pola hidup sehat, mudah-mudahan kita dapat menghindari hipertensi atau paling tidak memperlambat progresifitasnya.
      Buah dan sayuran yang mengandung potassium dan baik untuk di konsumsi penderita tekanan darah tinggi antara lain semangka, alpukat, melon, buah pare, labu siam, bligo, labu parang/labu, mentimun, lidah buaya, seledri, bawang dan bawang putih. Selain itu, makanan yang mengandung unsur omega-3 sangat dikenal efektif dalam membantu penurunan tekanan darah (hipertensi).
4.2  Cara Sederhana Atasi Hipertensi
      Penyembuhan Hipertensi harus dimulai dengan perubahan-perubahan gaya hidup untuk membantu menurunkan tekanan darah dan mengurangi resiko terkena penyakit jantung.jika perubahan-perubahan itu tidak memberikan hasil, mungkin anda perlu mengkonsumsi obat-obat untuk penderita darah tinggi, tentu saja dengan berkonsultasi dengan dokter.
      Jika anda berhenti merokok anda dapat dengan signifikan mengurangi resiko terserang penyakit jantung dan dari serangan jantung, serta dapat juga menurunkan tekanan darah tinggi.
      Jika anda seorang dengan overweight atau kelebihan berat badan, mengurangi berat badan biasanya membantu menurunkan tekanan darah dengan sendirinya.
      Makanlah dengan diet yang sehat termasuk didalanya perbanyak makan buah dan sayur, kurangi lemak dan kurangi konsumsi sodium, alcohol dan kafein. Tidak setiap orang terpengaruh konsumsi sodium, tetapi sodium dapat meningkatkan tekanan darah pada beberapa orang. Kebanyakan orang yang mempunyai darah tinggi sebaiknya membatasi konsumsi sodium pada dietnya tiap hari kurang dari 1400 mg.
      Jangan menambahkan garam pada diet makanan anda. Periksalah label makanan untuk kandungan sodium pada makanan yang akan anda konsumsi. Sedangkan beberapa makanan yang benar-benar terdapat banyak kandungan sodium, seperti potato chips, anda tidak mungkin menyadari berapa banyak sodium yang berada didalam roti dan keju.
















DAFTAR PUSTAKA

Rudianto.B.F, Menaklukan Hipertensi dan Diabetes (mendeteksi, mencegah, dan mengobati dengan cara medis dan herbal), Sakkhasukma, Yogyakarta, 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar