PENYAKIT
PEMBUNUH DI DUNIA
( ANDREAS YOHANES WALINTUKAN :
15061151 )
MENAKLUKAN TEKANAN DARAH ATAU
HIPERTENSI
Pembahasan :
1. MENGENAL
HIPERTENSI
1.1. Apa
Itu Penyakit Hipertensi ?
1.2. Pengaturan
Tekanan Darah
2. Mendiagnosa
Hipertensi
Langkah Pertama
Pendeteksian Hipertensi
3. Pencegahan
Hipertensi
3.1. Menerapkan
Pola Hidup yang Sehat
3.2. Gizi
untuk Penderita Hipertensi
4. Penyembuhan
Hipertensi
4.1. Penanganan
dan Pengobatan Hipertensi
4.2. Cara
Sederhana Atasi Hipertensi
Daftar Pustaka
1.
MENGENAL
HIPERTENSI
1.1 Apa
Itu Penyakit Hipertensi ?
Penyakit darah
tinggi atau Hipertensi adalah suatu keadaan di mana seseorang mengalami
peningkatan tekanan darah diatas normal yang ditunjukan oleh angka systolic
(bagian atas) dan angka bawah (diastolic) pada pemeriksaan tensi darah
menggunakan alat ukur tekanan darah baik yang berupa cuff air raksa atau alat
digital lainnya. Penyakit ini dikategorikan the silent disease karena penderita
tidak mengetahui dirinya mengidap hipertensi sebelum memeriksakan tekanan
darahnya. Padahal bila terjadi hipertensi terus menerus bisa memicu stroke,
serangan jantung, gagal jantung dan merupakan penyebab utama ginjal kronik.
Nilai normal tekanan darah seseorang dengan ukuran tinggi badan, berat badan,
tingkat aktivitas normal dan kesehatan secara umum adalah 120/80 mmHG. Dalam
aktivitas sehari-hari tekanan darah normalnya adalah dengan nilai angka kisaran
stabil.
Penyakit darah
tinggi atau hipertensi dikenal dengan 2 jenis klasifikasi, diantaranya
Hipertensi Primary dan Hipertensi Secondary :
v Hipertensi
Primary adalah suatu kondisi dimana terjadinya tekanan darah tinggi sebagai
akibat dampak dari gaya hidup seseorang dan faktor lingkungan.
v Hipertensi
Secondary adalah suatu kondisi dimana terjadinya peningkatan tekanan darah
tinggi sebagai akibat seseorang mengalami/menderita penyakit lainnya seperti gagal
jantung, gagal ginjal, atau kerusakan sistem hormon tubuh.
Seseorang
dianggap normal, jika tekanan darah sistoliknya 120 mmHg dan tekanan darah
diastoliknya 80 mmHg. Tekanan darah tinggi akan mengakibatkan jantung bekerja keras
hingga pada suatu saat akan terjadi kerusakan yang serius. Pada jantung, otot
jantung akan menebal (hipertrofi) dan mengakibatkan fungsinya sebagai pompa
menjadi terganggu, tekanan darah tinggi juga mengakibatkan kerusakan pembuluh
darah pada otak, mata dana tau ginjal (gagal ginjal).
1.2
Pengaturan Tekanan Darah
Tekanan
darah adalah keadaan di mana tekanan darah yang dikenakan oleh darah pada
pembuluh arteri ketika darah dipompa oleh jantung ke seluruh anggota tubuh.
Tekanan darah dapat dilihat dengan mengambil dua ukuran dan biasanya ditunjukan
dengan angka seperti berikut – 120/80 mmHg. Angka 120 menunjukan tekanan pada
pembuluh arteri ketika jantung berkontraksi dan disebut dengan tekanan
sistolik. Angka 80 menunjukan tekanan ketika jantung sedang berelaksasi dan
disebut dengan tekanan diastolic.
Sikap
yang paling baik untuk mengukur tekanan darah adalah dalam keadaan duduk atau
berbaring. Tekanan darah dalam kehidupan seseorang bervariasi secara alami,
bayi dan anak-anak secara normal memiliki tekanan darah yang jauh lebih rendah
daripada dewasa.
2.
MENDIAGNOSA
HIPERTENSI
Langkah
Pertama Pendeteksian Hipertensi
v Diagnosis
hipertensi ditegakan bila tekanan darah 140 mmHg
v Pengukuran
sesuai dengan standart WHO dengan alat standart manometer air raksa
v Penegakan
diagnosis perlu dilakukan pengukuran tekanan darah minimal 2 kali dengan jarak
1 minggu bila tekanan darah < 160/100 mmHg
Tekanan
darah diukur setelah seseorang duduk atau berbaring selama 5 menit. Angka
140/90 mmHg atau lebih dapat diartikan sebagai hipertensi, tetapi diagnosis
tidak dapat ditegakan hanya berdasarkan satu kali pengukuran.
Jika
pada pengukuran pertama memberikan hasil yang tinggi, maka tekanan darah diukur
kembali dan kemudian diukur sebanyak 2 kali pada 2 hari berikutnya untuk meyakinkan
adanya hipertensi. Hasil pengukuran bukan hanya menentukan adanya tekanan darah
tinggi, tetapi juga digunakan untuk menggolongkan beratnya hipertensi.
Setelah
diagnosis ditegakan, dilakukan pemerikasaan terhadap organ utama, terutama
pembuluh darah, jantung, otak dan ginjal. Hipertensi seringkali tidak
menimbulkan gejala, sementara tekanan darah yang terus tinggi dalam jangka
waktu lama dapat menimbulkan komplikasi. Tekanan darah tinggi (hipertensi)
menyebabkan meningkatnya resiko resiko terhadap stroke, aneurisma, gagal
jantung, serangan jantung dan kerusakan ginjal. Tanpa melihat usia atau jenis
kelamin, semua orang bisa terkena penyakit jantung dan biasanya tanpa ada
gejala-gejala sebelumnya.
3.
PENCEGAHAN
HIPERTENSI
3.1 Menerapakan
Pola Hidup yang Sehat
Merubah
pola hidup tetap merupakan faktor yang berperan besar dalam menurunkan tekanan
darah pada penderita hipertensi, sambil meningkatkan efek antihipertensi.
Langkah awal biasanya adalah merubah pola hidup penderita:
v Menurunkan
berat badan bagi penderita hipertensi yang mengalami kelebihan berat badan
v Merubah
pola makan pada penderita diabetes, kegemukan atau kadar kolesterol darah
tinggi. Mengurangi pemakaian garam.
v Olah
raga aerobic yang tidak terlalu berat.
v Berhenti
merokok
Masyarakat
dengan tekanan darah tinggi sebaiknya menghindari beberapa aktivitas tertentu
yang dapat meningkatkan tekanan darah dan frekunsi jantung pada tingkat yang
membahayakan, diantaranya:
v Sauna
atau ruang uap
v Mandi
uap
v Kolam
air hangat
v Berendam
air panas
v Kolam
renang yang hangat
Sangat
penting bagi penderita hipertensi untuk membatasi jumlah waktu yang dihabiskan
untuk aktivitas tersebut diatas hanya kurang dari 10 menit.
3.2 Gizi
untuk Penderita Hipertensi
Hipertensi
merupakan penyakit yang cukup terkenal dikalangan kita, penyakit ini merupakan
salah satu penyebab kecacatan atau bahkan kematian akibat terjadinya stroke,
serangan jantung, gagal ginjal, dan lain-lain. Penyakit ini sebenarnya mudah
dideteksi sehingga dapat diatasi secara dini. Langkah-langkah untuk mengatasi penyakit
ini ada dua yaitu pengobatan dan pencegahan.
4.
PENYEMBUHAN
HIPERTENSI
4.1 Penanganan
dan pengobatan hipertensi
Pengobatan hipertensi
terbagi 2 golongan
v Pengobatan
non farmakologis
Dengan
cara:
Ø
Penurunan berat badan
Ø
Olah raga
Ø
Mengurangi asupan garam
Ø
Tidak merokok
Ø
Hindari stress
v
Pengobatan farmakologis
Ada beberapa golongan obat anti
hipertensi, pada dasarnya menurunkan tekanan darah dengan cara mempengaruhi
jantung dan pembuluh darah atau keduanya.
Karena itu dengan mengenali faktor resiko,
serta selalu melakukan deteksi sejak dini, menerapkan pola hidup sehat,
mudah-mudahan kita dapat menghindari hipertensi atau paling tidak memperlambat
progresifitasnya.
Buah dan sayuran yang mengandung potassium
dan baik untuk di konsumsi penderita tekanan darah tinggi antara lain semangka,
alpukat, melon, buah pare, labu siam, bligo, labu parang/labu, mentimun, lidah
buaya, seledri, bawang dan bawang putih. Selain itu, makanan yang mengandung
unsur omega-3 sangat dikenal efektif dalam membantu penurunan tekanan darah
(hipertensi).
4.2 Cara
Sederhana Atasi Hipertensi
Penyembuhan Hipertensi harus dimulai
dengan perubahan-perubahan gaya hidup untuk membantu menurunkan tekanan darah
dan mengurangi resiko terkena penyakit jantung.jika perubahan-perubahan itu
tidak memberikan hasil, mungkin anda perlu mengkonsumsi obat-obat untuk
penderita darah tinggi, tentu saja dengan berkonsultasi dengan dokter.
Jika anda berhenti merokok anda dapat
dengan signifikan mengurangi resiko terserang penyakit jantung dan dari
serangan jantung, serta dapat juga menurunkan tekanan darah tinggi.
Jika anda seorang dengan overweight atau
kelebihan berat badan, mengurangi berat badan biasanya membantu menurunkan
tekanan darah dengan sendirinya.
Makanlah dengan diet yang sehat termasuk
didalanya perbanyak makan buah dan sayur, kurangi lemak dan kurangi konsumsi
sodium, alcohol dan kafein. Tidak setiap orang terpengaruh konsumsi sodium,
tetapi sodium dapat meningkatkan tekanan darah pada beberapa orang. Kebanyakan
orang yang mempunyai darah tinggi sebaiknya membatasi konsumsi sodium pada
dietnya tiap hari kurang dari 1400 mg.
Jangan menambahkan garam pada diet makanan
anda. Periksalah label makanan untuk kandungan sodium pada makanan yang akan
anda konsumsi. Sedangkan beberapa makanan yang benar-benar terdapat banyak
kandungan sodium, seperti potato chips, anda tidak mungkin menyadari berapa
banyak sodium yang berada didalam roti dan keju.
DAFTAR PUSTAKA
Rudianto.B.F,
Menaklukan Hipertensi dan Diabetes (mendeteksi, mencegah, dan mengobati dengan
cara medis dan herbal), Sakkhasukma, Yogyakarta, 2013